Setelah berjuang (walau tidak dengan tenaga yg begitu keras, tapi penuh pengorbanan) setahun meneruskan pendidikan S1 mu yg tertunda, akhirnya selesai sudah tugasmu istriku. Dan alhamdulillah hasil yang diperoleh setimpal dengan usaha kerasmu.
Saya memang sedang memuji istriku, bukan kecantikannya (kalo ini sih sudah sejak dulu saya puji, ya iyalah kalau engga mana mau jadikan istri hehehee) tapi usaha yang luar biasa dalam melanjutkan jenjang pendidikan S1 yg dia kejar hanya dalam setahun dan ditengah-tengah persiapan hari bahagia kami.
Yah, istriku memang seorang admin di fakultas ilmu computer di kampusnya yaitu Universitas Indonusa Esa Unggul. Walau dia bekerja dan kuliah di satu bendera yang sama, bukan berarti dia tenang bisa melobi atau lulus dengan mudahnya apa lagi dengan nilai yang sangat luar biasa IPK nya 3.92 (minder juga liatnya, maklum jauhhhhh banget sama suaminya). Saya mengenal istri saya jauh sebelum dia kuliah tepatnya ketika kami masih satu sekolah. Meski satu sekolah tapi kami dibedakan jarak setahun, dia memang terkenal pintar, bahkan selalu menjadi yg terbaik di angkatannya, termasuk juga ketika dia melanjutkan ke jenjang kuliah, sejumlah prestasi dan penghargaan dia peroleh, jadi saya tidak pernah menyangsikan atau meragukan kelebihan istri saya ( ya Allah aku sangat bersyukur padaMu, selain Kau berikan wanita yg cantik untuk hambaMu, Kau juga karuniakan dia dengan kelebihan, yang tidak semua mahluk ciptaanMu memilikinya).
Dibilang ‘berat’, karena ketika itu banyak pikiran dan tenaga yang kita curahkan, dalam persiapan pernikahan kami, baik moril ataupun materil, ditambah lagi dengan perkuliahan dia maka ‘semakin jadi’ perlombaan kami melawan waktu. Yang saya banggakan dan syukuri, kami dapat melewati semuanya dengan lancar, satu persatu semua urusan kami selesaikan, termasuk juga dengan perkuliahan istri saya. Apalagi dia bisa menyelesaikannya dengan nilai-nilai yang sangat bagus. Sekarang dia mencoba untuk mengajukan atau berencana melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi lagi yaitu S2, dan mudah-mudahan dengan nilai yang bagus juga kelebihannya dia bisa mencapai keinginannya yang sangat dia dambakan yaitu menjadi dosen.
Sekali lagi, Selamat Istriku, perjuanganmu sukses besar. Lanjutkan……….
Semoga apa yang kau impikan tercapai. Terus berjuang istriku, papa selalu mendampingimu.